Breaking News:

latest

Ads Place

Pesta Parolopolopon PBJS Jabodetabek 2026: Solidaritas Keluarga Besar Silaban

Foto/Ilustrasi: bekasipedia Bataktive.com - Kota Bekasi menjadi pusat berkumpulnya ribuan keluarga besar Pomparan Borsak Jungjungan Silaba...

Pesta Parolopolopon PBJS Jabodetabek 2026: Solidaritas Keluarga Besar Silaban dan Perjuangan Friedrich Silaban Menjadi Pahlawan NasionalFoto/Ilustrasi: bekasipedia

Bataktive.com - Kota Bekasi menjadi pusat berkumpulnya ribuan keluarga besar Pomparan Borsak Jungjungan Silaban (PBJS) dalam gelaran Pesta Parolopolopon se-Jabodetabek 2026. Kegiatan akbar yang berlangsung di Grand Graha Delima 2 ini tidak hanya sekadar ritual adat, melainkan sebuah strategi pelestarian identitas kultural di tengah tekanan modernisasi perkotaan. Pada Minggu (11/10/2026), suasana kekeluargaan yang kental perpaduan antara suka cita adat Batak Toba dan kebanggaan nasionalisme tampak begitu kuat. Kehadiran Boru, Bere, dan Ibebere dari berbagai latar belakang profesi dan usia menunjukkan betapa longgarnya jejaring kekerabatan ini yang telah terjalin secara lintas generasi.

Dimensi Spiritual dan Strategis Tradisi Holopan

Sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) perkumpulan, Pesta Parolopolopon diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Jeda waktu yang relatif panjang ini memberikan bobot makna sosial yang mendalam karena menjadi momen krusial untuk menyensus silaturahmi yang mungkin sempat tergerus oleh kesibukan duniawi. Dalam cosmology Batak Toba, hubungan kekerabatan (*hula-hula*, *modu*, dan *mangani*) bukan sekadar ikatan darah biologis, melainkan sebuah kontrak sosial yang menjamin tanggung jawab mutual, penghormatan mutlak kepada orang tua, serta stabilitas harmonis dalam komunitas. Kegiatan ini berfungsi sebagai *reset button* untuk mengkalibrasi kembali nilai-nilai tersebut, di mana para generasi muda didorong untuk mengenali asal-usul mereka, sementara generasi tua menularkan kebijaksanaan hidup. Di sinilah letak kekuatan investasi sosial keluarga Silaban: menjaga agar ikatan persaudaraan tetap solid sebagai fondasi kekuatan kolektif.

Gerakan Politik Budaya untuk Pengakuan Sejarah

Yang membedakan perhelatan 2026 dari tahun sebelumnya adalah adanya agenda strategis berdimensional nasional, yaitu mobilisasi pengumpulan seribu tanda tangan untuk mengusulkan arsitek legendaris, Friedrich Silaban, sebagai Pahlawan Nasional. Langkah ini menunjukkan bagaimana organisasi kekeluargaan swasta mampu mengartikulasikan kepedulian budaya menjadi aksi politik budaya yang konkret. Friedrich Silaban, yang dikenal sebagai arsitek di balik rancangan Monumen Nasional (Monas) dan berbagai gedung ikonik lainnya, dinilai telah memberikan kontribusi monumental terhadap wajah arsitektur dan identitas visual Indonesia modern. Gerakan ini menjadi bukti bahwa pelestarian adat tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan perjuangan pengakuan atas tokoh-tokoh bangsa yang berasal dari etnis tersebut.

"Pesta Parolopolopon ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, melestarikan adat dan budaya Batak, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Kami juga mengajak seluruh keluarga besar Pomparan Borsak Jungjungan Silaban untuk bersatu mendukung pengusulan Friedrich Silaban sebagai Pahlawan Nasional. Beliau merupakan putra terbaik bangsa yang telah memberikan kontribusi besar melalui karya-karya arsitekturnya bagi Indonesia," kata Pantas Silaban, Ketua Umum PBJS se-Indonesia dan Dunia.

Pantas Silaban menegaskan bahwa semangat solidaritas ini harus ditransformasikan menjadi agen perubahan yang nyata, bukan sekadar euforia sesaat. Ia menekankan bahwa kekuatan keluarga besar Silaban harus diarahkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, menunjukkan bahwa etnisitas bisa menjadi modal pembangunan nasional. Dengan menggaungkan nama Friedrich Silaban, PBJS Jabodetabek berupaya menjembatani kebanggaan lokal dengan kebanggaan nasional, memastikan bahwa jasa leluhur mendapatkan tempat layak dalam narasi sejarah negara, sekaligus memperkuat kohesi sosial internal perkumpulan itu sendiri.

Di akhir rangkaian acara, pesan ditinggalkan bahwa persatuan adalah kekuatan utama. Komitmen untuk terus menjaga keharmonisan dan berkontribusi bagi negara diharapkan menjadi warisan abadi bagi seluruh pomparan Silaban. Melalui sinergi antara tradisi dan advokasi nasional, Pesta Parolopolopon 2026 telah menetapkan standar baru bagi bagaimana komunitas diaspora Toba di perkotaan dapat mendefinisikan ulang peran mereka: bukan hanya sebagai penjaga harta budaya, tetapi juga sebagai kontributor aktif dalam membentuk identitas bangsa Indonesia yang berlandaskan kebhinekaan dan jasa para pionirnya.

ليست هناك تعليقات

Harap memberikan komentar yang mendukung kemajuan blog ini.
Terimakasih!!!

Iklan