Breaking News:

latest

Ads Place

Hilang Lima Hari di Danau Toba, Jasad Usman Sihotang Ditemukan Mengapung di Perairan Samosir

Foto/Ilustrasi: ANTARA News Sumatera Utara Bataktive.com - Pencarian intensif selama lima hari terhadap seorang pencari ikan yang dilapork...

Hilang Lima Hari di Danau Toba, Jasad Usman Sihotang Ditemukan Mengapung di Perairan SamosirFoto/Ilustrasi: ANTARA News Sumatera Utara

Bataktive.com - Pencarian intensif selama lima hari terhadap seorang pencari ikan yang dilaporkan hilang di perairan Danau Toba akhirnya membuahkan hasil tragis. Jasad Usman Sihotang ditemukan mengapung di permukaan perairan kawasan Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada Jumat (9/10/2026). Temuan ini Puttingkan akhir dari proses penyelamatan yang dimulai sejak korban dilaporkan hilang pada 5 Oktober 2026 di perairan Parapat, Kabupaten Simalungun. Penemuan jasad tersebut diketahui pertama kali oleh rombongan pengendara jetski yang sedang beraktivitas di area Ambarita, yang segera melapor setelah melihat tubuh korban terapung.

Proses Evakuasi dan Konfirmasi Identitas Korban

Mendapat informasi mengenai penemuan jasad tersebut, tim penyelamat bergerak cepat ke lokasi. Koordinator Pos SAR Danau Toba, Erikson Gultom, menyatakan bahwa personelnya segera bergegas ke titik lokasi menggunakan kapal cepat untuk melakukan evakuasi. Jasad Usman Sihotang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam konferensi pers singkat, Erikson menegaskan kesiapsiagaan tim SAR dalam menangani insiden keselamatan di laut maupun danau, khususnya di wilayah kerawanan seperti Danau Toba. "Setelah menerima informasi, kami segera ke lokasi menggunakan kapal cepat dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Parapat," ujar Erikson Gultom, Koordinator Pos SAR Danau Toba.

"Setelah menerima informasi, kami segera ke lokasi menggunakan kapal cepat dan mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Parapat." - Erikson Gultom, Koordinator Pos SAR Danau Toba

Di sisi lain, proses verifikasi identitas korban dilakukan secara paralel oleh pihak kepolisian. Kapolsek Girsang Sipangan Bolon Polres Simalungun, AKP Mantho Pandiangan, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah memastikan bahwa jasad yang ditemukan di Samosir tersebut merupakan Usman Sihotang. Konfirmasi ini menutup spekulasi mengenai kondisi korban yang sempat membuat keluarga dan masyarakat khawatir. AKP Mantho menambahkan bahwa seluruh prosedur pengecekan medis dan identifikasi telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di kepolisian.

Rekonstruksi Kejadian dan Dampak Insiden

Tragisnya, insiden ini melibatkan dua orang. Sebelum hilang, Usman Sihotang bersama temannya, Jitro Gultom (45), tengah melakukan aktivitas memancing dan mengecek jerat ikan yang dipasang sebelumnya di perairan Parapat. Bertolak dari kejadian tersebut, hasil tangkapan atau jeratan ikan yang berhasil dibawa oleh Jitro sempat sempat dibawa ke pasar untuk dijual. Namun, saat Jitro Gultom kembali ke lokasi semula untuk memeriksa kondisi sampan, ia menjumpai bahwa Usman dan sampannya telah lenyap tanpa jejak. Kondisi hama dan medan perairan danau yang luas menjadi faktor complexitas dalam pencarian awal.

Jitro Gultom kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Polairud Markas Danau Toba. Laporan ini memicu alur kerja koordinasi antara kepolisian, Basarnas, dan masyarakat sekitar untuk menyisir perairan tersebut. Keluarganya hanya bisa menunggu kepastian kabar selama lima hari penuh dengan kecemasan. Kasus ini menjadi pengingat kembali akan bahaya aktivitas manual di perairan Danau Toba yang membutuhkan persiapan peralatan keselamatan yang memadai. Pihak berwenang kembali mengimbau kepada para nelayan dan pencari ikan untuk selalu mengenakan pelampung atau life jacket saat berada di atas sampan, mengingat kontrasnya arus dan kondisi cuaca di Danau Toba yang dapat berubah drastis. Proses pemakaman korban kini tinggal menunggu koordinasi terakhir antara keluarga dan pihak rumah sakit.

Penulis: Redaksi Bataktive.com / ANTARA

No comments

Harap memberikan komentar yang mendukung kemajuan blog ini.
Terimakasih!!!

Iklan