Breaking News:

latest

Ads Place

Inovasi Sport Science ITB: Dr. Asril Hadirkan Ar-kick, Alat Latihan Sepak Bola Mandiri yang Menghasilkan 1.000 Sentuhan Bola dalam 15 Menit

Foto/Ilustrasi: Institut Teknologi Bandung Bataktive.com - Cepekatan intensitas dalam pelatihan sepak bola sering kali terbatasi oleh kete...

Inovasi Sport Science ITB: Dr. Asril Hadirkan Ar-kick, Alat Latihan Sepak Bola Mandiri yang Menghasilkan 1.000 Sentuhan Bola dalam 15 MenitFoto/Ilustrasi: Institut Teknologi Bandung

Bataktive.com - Cepekatan intensitas dalam pelatihan sepak bola sering kali terbatasi oleh ketergantungan pada lawan atau helper untuk mengumpan dan menerima bola. Dinamika ini menuntut ketersediaan lapangan yang luas serta pendampingan orang lain, yang secara praktis menyulitkan upaya pembiasaan teknik dasar secara mandiri. Menjawab tantangan tersebut, Dr. Asril Pramutadi Andi Mustari, S.Si., M.Eng., dosen Kelompok Keahlian (KK) Fisika Nuklir dan Biofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), mengembangkan inovasi berbasis sains gerak bernama Ar-kick. Perangkat ini didesain untuk memungkinkan seorang pemain melakukan drill teknik dasar secara otonom, bahkan di ruang yang relatif terbatas, tanpa hilangnya esensi repetisi gerak.

Transformasi Alat Medis Menjadi Perangkat Sport Science

Jejak penemuan Ar-kick bermula dari pengalaman pribadi Dr. Asril saat berada di Jepang pada tahun 2014. Saat itu, ia mengalami cedera bahu dan harus menggunakan alat medis penopang tulang selangka. Observasi terhadap mekanisme fungsi alat medis tersebut membingkai gagasan revolusioner: bagaimana jika prinsip penyangga dan pengaju mekanis serupa dapat diterapkan untuk mengaitkan pemain dengan bola? Gagasan ini kemudian dielaborasi dengan mekanisme penyimpanan bola, mengembangkan prototipe yang akhirnya mulai diproduksi dan diuji coba di Indonesia sekitar tahun 2016. Didasari latar belakang akademis kuat di bidang fisika, pengembangan alat ini tidak sekadar melihat sepak bola sebagai aktivitas rekreasi, melainkan membedah gerakan menendang sebagai fenomena fisika murni yang terukur dan dapat dioptimalkan melalui prinsip mekanika tubuh.

"Bagian penggantung dibuat menyerupai tas punggung dan dilengkapi pelindung dada. Sementara itu, tali penghubung menggunakan tali karmantel agar kuat serta tidak memberikan efek perlambatan seperti material elastis," paparnya.

Desain Ar-kick yang ergonomis ini memastikan kenyamanan dan keamanan sang pemain. Perangkat ini dikenakan pada tubuh melalui pengikat (harness) di bagian dada, yang kemudian menghubungkan pemain dengan bola. Melalui mekanisme ini, bola akan secara otomatis kembali ke jangkauan pemain sesaat setelah ditendang. Fitur ini secara fundamental mengubah paradigma latihan, di mana pemain tidak lagi membuang waktu untuk mengambil bola yang melayang, melainkan dapat fokus sepenuhnya pada presisi teknik dan frekuensi sentuhan.

Solusisi Pembinaan Usia Dini dan Dominasi Kaki Non-Dominan

Salah satu pilar utama dalam pembinaan sepak bola modern adalah kuantitas sentuhan (touch volume) untuk membangun memori motorik sejak usia dini. Dengan memanfaatkan Ar-kick, seorang pemain mampu melakukannya hingga sekitar 1.000 tendangan hanya dalam kurun waktu 15 menit, baik menggunakan kaki dominan maupun non-dominan. Intensitas repetisi masif inilah yang menyoroti potensi alat ini sebagai instrumen krusial bagi pembinaan pemain muda serta sekolah sepak bola (SSB). Melalui latihan mandiri, anak-anak dapat memperbanyak interaksi dengan bola di luar sesi tim, memungkinkan mereka membiasakan penggunaan kaki non-dominan secara persisten. Hal ini membantu membangun keseimbangan dan fleksibilitas teknis tanpa harus menunggu jadwal sesi latihan bersama.

"Hal itu sejalan dengan kajian awal pengembangannya yang menekankan pentingnya pengulangan dalam membentuk penguasaan bola. Semakin sering pemain berinteraksi dengan bola, semakin besar kesempatan untuk membiasakan gerakan dasar agar dapat dilakukan lebih alami saat bermain," tuturnya.

Instrumen ini menjangkau spektrum teknik yang sangat variatif, meliputi passing, shooting, kontrol menggunakan dada, lutut, sundulan, hingga half-volley. Dari awalnya dipasarkan untuk khalayak umum, orientasi produk kini berfokus pada sektor pembinaan usia dini di mana fondasi gerakan memegang peran deterministik. Hingga saat ini, Ar-kick telah mengukuhkan eksistensinya di dunia sepak bola nasional dengan menjangkau lebih dari 2.000 pengguna, membuktikan bahwa inovasi teknologi dari ranah akademis sains mampu mentransformasi fundamental cara pemain muda berinteraksi dengan bola. (Bataktive.com)

No comments

Harap memberikan komentar yang mendukung kemajuan blog ini.
Terimakasih!!!

Iklan